Senin, 06 Desember 2021

Teknik Promosi Buku

Judul : Pelatihan Belajar Menulis PGRI
Tanggal : 6 Desember 2021
Resume : 28
Gelombang : 21
Tema : Teknik Promosi Buku
Narasumber : Akbar Zainudin

Pengantar pertemuan malam ini saya siapkan sore hari di salah satu rumah makan di kota ku, sembari menunggu putri sulung ku yang masih mengikuti jadwal bimbel. Jadi, ya sambil menunggu waktu belajar, ku buat sajalah cerita pengantar untuk belajar malam ini.
Mungkin terlalu dini ya pengantar cerita ini ku buat. Tapi tak apalah daripada menunggu tanpa hasil, kata Om Jay dimanapun, kapanpun dan apapun itu tulis...tulis dan tulis.
Pada pertemuan malam ini, malam ke-28 pelatihan belajar menulis PGRI narasumbernya adalah Bapak Akbar Zainudin dan moderatornya Pak Dail Ma'ruf. Doaku mudah-mudahan pada pertemuan kali ini semangat belajarku makin menyala.

Akhirnya belajar dimulai, yang pastinya dibuka dengan ucapan salam dari sang moderator dan selanjutnya diteruskan dengan materi dari Pak Akbar 

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Para peserta yang hebat dan luar biasa, Saya mengucapkan terima kasih kepada Om Jay dan panitia yang sudah berkenan mengundang saya untuk belajar bersama Bapak Ibu tentang straregi promosi buku. Terima kasih juga untuk Moderator yang luar biasa.

Mohon izin Saya memperkenalkan diri, nama saya Akbar Zainudin, penulis buku Man Jadda Wajada. Boleh dibilang, ini adalah buku solo saya yang pertama. Sebelumnya menulis beberapa buku antologi. Alhamdulillah, buku ini baru cetakan ke-13, beredar 55.000 eksemplar. Setelah Man Jadda Wajada, saya menulis 15 buku dari tahun 2010 sampai sekarang. 

Buku saya tentang menulis adalah UKTUB; Panduan Menulis Buku dalam 180 hari. Ini buku panduan menulis dari A sampai Z. Saya sarankan Bapak Ibu untuk memiliki buku ini, karena ada 150an alamat penerbit yang bisa dikirimi naskah, anggota IKAPI.

Selain itu, buku terbaru saya adalah The Power of Man Jadda Wajada. Semacam penyempurnaan dari Man Jadda Wajada seri pertama. 

Saya akan share malam ini tentang Strategi Pemasaran Buku, yang saya ambil dari buku saya UKTUB: Panduan Menulis buku dalam 180 hari. Demikian awal dari materi malam ini.

 STRATEGI PEMASARAN BUKU

Strategi pemasaran, termasuk buku terdiri dari empat hal, yang biasa disebut sebagai 4P, yaitu Product (Strategi Produk), Price (Strategi Harga), Place of Distribution (Distribusi), dan Promotion (Promosi). 

Sebelum kita bahas empat strategi di atas, yang perlu kita lakukan bahkan sebelum menulis adalah menentukan target audiens atau pembaca kita siapa. Karena strategi untuk anak-anak tentu saja berbeda dengan strategi untuk remaja, demikian juga untuk orang tua. 

Mari kita bahas satu persatu.

 STRATEGI PRODUK.

Ini sebenarnya lebih banyak menjadi tanggung jawab penerbit. Kita sebagai penulis lebih banyak memberikan masukan kepada penerbit siapa target pembaca kita dana pa kebutuhan mereka terhadap buku kita. 

Dengan demikian, konsep buku yang akan diterbitkan nanti menyesuaikan dengan kebutuhan dari target audiens. 

STRATEGI HARGA. 

Menentukan harga buku juga biasanya menjadi tanggung jawab penerbit. Pada dasarnya penentuan harga buku, ada dua strategi. Pertama, adalah harga buku secara umum. Dan Kedua adalah buku dijual dengan harga premium (lebih mahal dibandingkan buku biasa).

Harga buku bisa dijual lebih mahal jika mempunyai nilai tambah dibandingkan dengan buku-buku yang lain. Misalnya hard cover, ditambah bonus-bonus (voucher seminar, workshop, dan lain-lain)

STRATEGI DISTRIBUSI

Distribusi secara umum dibagi menjadi dua: distribusi tradisional dan distribusi non tradisional. Distribusi tradisional adalah melalui toko-toko buku, baik toko-toko buku jaringan nasional maupun toko buku lokal. 

Sedangkan distribusi non tradisional, di antaranya adalah: 
1. Melalui MLM (Multilevel Marketing)
2. Melalui Penjualan Langsung
3. Melalui Marketplace/e-Commerce (Lazada, Bukalapak, Tokopedia, Shopee, dll).

 STRATEGI PROMOSI

Program promosi bisa dilakukan oleh penerbit maupun penulis. Beberapa program promosi yang bisa dilakukan. 

Pertama, Launching buku. Adalah program untuk meluncurkan buku baru. Bisa di aula, masjid, lembaga pendidikan, hotel, di mana saja. Yang mengadakan bisa penerbit maupun penulis. Yang membiayai launching buku siapa? Bisa penerbit, bisa penulis. Kita perlu meyakinkan penerbit kalau buku kita akan laku, karena itulah mereka perlu menyelenggarakan program launching buku. 

Kalau di Gramedia, di toko-toko buku mereka ada tempat untuk launching buku. Kita bisa memanfaatkan tempat ini. Jadi kita promosikan acaranya, tempatnya di toko buku Gramedia. 

Kedua, Bedah Buku. Bedah buku adalah acara diskusi untuk membedah isi buku kita. Bedah buku ini bisa secara online maupun offline. Offline artinya kita menyelenggarakan bisa bekerjasama dengan berbagai lembaga. Lembaga pendidikan, perpustakaan, majlis taklim, masjid, dan sebagainya. 

Pokoknya, di semua tempat dan situasi yang memungkinkan, kita tawarkan bedah buku. Berapapun yang hadir, kita selenggarakan terus menerus. Apalagi sekarang ini eranya digital. Bukan berapa orang yang hadir yang penting, tetapi direkam lalu diupload di Medsos acara kita. InsyaAllah akan semakin membuat orang mengenal kita. 

Yang lebih mudah sekarang ini adalah bedah buku secara online. Kita undang orang-orang untuk ikut acara bedah buku bersama kita. Bisa di FB, IG, WA Grup, Zoom, dan sebagainya. 

Ketiga, melakukan seminar ataupun workshop sesuai dengan tema buku kita. Kalau saya bukunya motivasi dan menulis. Maka saya secara berkala menyelenggarakan seminar dan diklat terkait motivasi dan menulis. 

Seminar atau workshop ini, pertama-tama bolehlah dilakukan gratis. Karena target kita adalah mengenalkan buku kepada para peserta. Lakukan secara kontinyu, misalnya sebulan sekali. Kalau misalnya bisa offline, laksanakan di sekolah misalnya. Kalau tidak bisa offline, lakukan secara online. Bisa via WA, Zoom, FB, IG, dan sebagainya. 


Keempat, membangun komunitas. Komunitas yang kita bangun adalah komunitas yang kita sesuaikan dengan tema buku kita. Kalau buku kita temanya motivasi, maka kita tuliskan buku-buku tentang motivasi. Buku tentang guru, maka bangun komunitas guru. Buku tentang menulis, bangun komunitas menulis. Buku tentang Ice Breaking, bangun komunitas Ice Breaking. Buku tentang bahasa, bangun komunitas bahasa. 

Komunitas membuat kita lebih dekat dengan pembaca sehingga memudahkan kita untuk menawarkan mereka dalam membeli buku. 

Saya sendiri membangun banyak komunitas, ada komunitas guru, menulis, santri, remaja, bisnis, dan sebagainya. Semua komunitas itu ada bukunya. Saya share materi-materi yang ada di buku secara berkala, biasanya seminggu sekali, sehingga anggota komunitasi ini mendapatkan manfaat. Biasanya saya bentuk di WA Grup. 

Sesekali seminar melalui Zoom. 

Kelima, membangun jaringan reseller. Reseller adalah orang-orang yang mau menjualkan buku kita dan mendapatkan buku dari hasil yang terjual. Kita berikan 20-30 persen komisi dari harga jual. Misalnya harga jual buku kita Rp 100.000, kita kasih 20-30%, kita berikan materi-materi yang terkait buku kita, sehingga lebih mudah bagi mereka untuk menjual.

Dewa Eka Prayoga, berhasil menjual 10.000 buku hanya dalam waktu 2 minggu melalui reseller ini. Tentu resellernya saja puluhan ribu, berbagai produk. Kalau kita sudah punya jaringan reseller, akan memudahkan kita menjual buku. 

Saya juga sedang membangun jaringan reseller ini. Belum banyak, baru sekitar 100an orang. InsyaAllah akan terus bertambah.

Keenam, jualan di marketplace. Buka toko di marketplace (Lazada, Shopee, Bukalapak, Tokopedia, dan sebagainya). Membuka toko di marketplace akan meluaskan promosi dan distribusi kita.  

Yang penting keberadaan kita dan buku kita ada. Itulah pentingnya ada di marketplace. Jadi kalau ada orang mencari judul buku kita, bisa ditemukan.

Ketujuh, memanfaatkan media sosial (Medsos) untuk promosi buku. Manfaatkan sebaik-baiknya followers dan subscriber dengan memberikan informasi tentang buku. Setiap hari, kita buat status terkait tema buku yang kita tulis, sehingga orang semakin paham dengan buku yang kita tulis. 

Dan jangan setiap hari isinya jualan. Lebih banyak sharing-sharing, baru selling. Lebih banyak memberikan pengetahuan kepada para pembaca sehingga mereka merasa ada manfaat menjadi followers kita. 

Sharing-sharing apa saja, kalau perlu sesuai dengan kebutuhan mereka. Sehingga setiap hari, semakin lama akan semakin ada ikatan dengan pembaca. Kalau sudah begitu, akan memudahkan kita dalam proses memengaruhi pikiran orang dalam membeli buku.

Jadi, pada dasarnya kita ini memengaruhi orang agar mereka mau menjadikan buku sebagai kebutuhan utama. Dan memang, membaca akan banyak membuka wawasan, pengetahuan, dan pilihan dalam mengambil keputusan. 

Dengan bersama-sama membangun kebutuhan akan membaca, maka akan memudahkan kita dalam proses menjual buku.
 CATATAN PENUTUP

Sebagai catatan penutup. Sekarang ini sebagai seorang penulis, kita kalau bisa memiliki beberapa keterampilan yang akan membantu proses penjualan buku. 

Pertama, keterampilan berbicara yang baik di depan umum (public speaking). Agar pada saat kita ada acara ataupun rekaman di Medsos dan YouTube, menjadi menarik bagi calon pembaca.

Kedua, kemampuan copywriting (membuat kata menarik untuk promosi dan penjualan). Ini salah satu keterampilan paling penting untuk menjual pada Abad 21. 

Ketiga, pemanfaatan teknologi informasi. Bagaimana memanfaatkan media sosial seperti YouTube, WA, IG, Facebook, Zoom, Webex, Google Meet, dan sebagainya. Karena eranya sekarang seperti itu. Kalau kita bisa memanfaatkan dengan baik, hidup akan lebih mudah.

Sangat detail dan sangat berguna materi malam ini, terimakasih Pak Akbar Zainudin yang mau berbagi ilmu dan pengetahuannya tentang bagaimana cara dan teknik promosi sebuah buku. 

Mungkin malam tahu rasanya gelap
Dan mungkin malam mengerti rasanya sepi
Atau bahkan malam ingin berganti dengan siang
Menyinari bumi dengan hangat dan terang

Minggu, 05 Desember 2021

Menulis Itu Mudah

 




Judul : Pelatihan Belajar Menulis PGRI
Tanggal : 25 Oktober 2021
Resume : 10
Gelombang : 21
Tema : Menulis Itu Mudah
Narasumber : Dr. Ngainun Naim

 

 

Malam kesepuluh ini tak terasa sudah berjalan kegiatan belajar menulis bersama PGRI yang di prakarsai Om Jay sebagai pemateri sebelumnya. Pemateri pada malam ini adalah Dr. Ngainun Naim  dan yang menjadi moderatornya yaitu Ibu Aam Nurhasanah yang tak asing lagi di kalangan penulis.

 

Menulis itu adalah mudah dengan catatan bagi penulis yang sudah bisa menulis, tetapi bagi yang belum ya sulit” Kata Bapak Ngainun. Materi yang disampaikan Bapak Prof. Ngainun sepertinya ringan tetapi lumayan sulit. Sulit jika kita tidak memulai dan malas untuk membaca, untuk itu biasakan membaca minimal 15 menit.

Ada 6 kunci mudah dalam menulis menurut Prof. Ngainun adalah :

 1. Merubah mindset kita dengan beranggapan bahwa menulis itu mudah, sehingga dengan pemikiran ini dapat membuat seseorang optimis mampu melakukan hal menulis semudah pemikirannya.

 2. Ciptakan pikiran jika menulis itu keterampilan Sekolah Dasar,  artinya kita diharapkan untuk menanamkan rasa suka menulis itu seperti duduk di bangku sekolah dasar, yang mana hal ini mudah untuk dilakukan karena sekolah dasar adalah tingkat pendidikan yang paling rendah.

 3. Banyak membaca, karena dengan membaca akan mengalir banyak ide dan pengetahuan yang dapat kita apresiasikan dalam tulisan. Untuk menulis dengan baik, syarat utama adalah banyak membaca, sehingga kita tidak seperti katak dalam tempurung, karena banyak orang hebat di luar sana yang menghasilkan karya berupa buku-buku hebat yang harus kita baca untuk menambah pengetahuan kita.

 4. Meluangkan waktu, bukan menunggu waktu luang, sehingga ditengah kesibukan kita harus dapat membagi waktu dengan menulis apa yang telah kita lihat, kita alami, bahkan banyak hal yang dapat dijadikan ide dalam menulis. Sehingga setiap hari kita harus menulis dan menulis.

 5. Rajin mengamati, mencatat, dan mengolah menjadi tulisan, banyak hal yang dapat dijadikan tulisan dan dapat kita publikasikan ke dalam blog pribadi, sehingga dapat memberikan manfaat bagi orang yang membacanya. Jadi penulis itu harus tajam mengasah pendengaran dan penglihatan, sehingga karyanya dapat dinikmati oleh orang lain sesuai dengan tuntutan zaman.

 6.Belajar menulis kepada penulis, banyak hal yang dapat kita terima bila kita selalu belajar kepada orang yang memiliki kemampuan lebih baik dari pada kita.

 

Menurut Prof. Ngainun ada lima tipe penulis yaitu :

 

1. Seorang penulis yang tetap bertahan, berproses dan menekuni dunia menulis.

2. Penulis yang musiman artinya menulis Apabila ada hal-hal penting sesuai keperluan.

 3. Penulis yang pernah produktif menghasilkan karya.

 4. Penulis yang pernah muncul dengan karyanya.

 5. Penulis yang memiliki cita-cita menjadi penulis.

 

  Dalam link https://www.spirit-literasi.id/2021/10/tipe-dan-kuadran-menulis.html. Prof. Ngainun membahas bahwa, penulis buku produktif Nurul Chomaria membagi penulis menjadi beberapa kuadran. Menurut penulis lebih dari 70 judul buku tersebut, ada empat kuadran penulis yaitu :

 - Kuadran pertama adalah penulis yang mau dan mampu.

 - Kuadran kedua, penulis yang tidak mampu tapi mau.

 - Kuadran ketiga adalah penulis yang mampu tapi tidak mau.

 - Kuadran keempat, adalah tidak mampu dan tidak mau.

 Posisi yang mana yang seharusnya kita tempati, jelas posisi yang harus kita tempati adalah pada kuadran pertama. Pertanyaannya adalah Di posisi manakah kita berada ? Jika kita sudah memahami di posisi mana kita, maka kita dapat menentukan langkah.

  Terima kasih Prof. Ngainun Naim atas materi yang telah disampaikan malam ini.

 



Ide Menulis Bagi Guru

 

Judul : Pelatihan Belajar Menulis PGRI
Tanggal : 22 Oktober 2021
Resume : 9
Gelombang : 21
Tema : Ide Menulis Bagi Guru
Narasumber : Wijaya Kusumah, M.Pd

 

 

Pertemuan ke-9, pertemuan yang jika dikaitkan dengan angka adalah angka yang sangat dibangga-banggakan dalam dunia olahraga terutama sepakbola. Nomor punggung pemain dengan angka 9 adalah seorang yang sangat spesial, seorang striker pemain yang sangat di elu-elukan dan sangat menentukan dalam sebuah pertandingan. Sebagaimana pertemuan malam ini, dengan narasumber Wijaya Kusumah, M. Pd, seorang blogger yang juga motivator, trainer, writer dan pembicara seminar tingkat nasional.

Materi malam ini adalah Ide Menulis Bagi Guru, dengan narasumber Wijaya Kusumah, M.Pd atau yang lebih dikenal dengan Om Jay dan moderator seorang guru yang sangat saya kenal, Ibu Rosminiyati. Seorang motivator handal, dengan semua karya-karya yang membuat namanya menjadi terkenal. Menurut Om Jay, semua hal dapat dijadikan materi tulisan, dan ide bisa didapat darimana saja sehingga dapat menghasilkan karya tulisan yang enak dibaca, asalkan kita menulis dengan sepenuh hati dan lakukan setiap hari lihatlah apa akan yang terjadi.


“Sebuah foto ternyata bisa menjadi inspirasi dalam menulis yang dapat dishare kedalam blog pribadi untuk bisa dibaca oleh banyak orang, “Buatlah alinea pertama dulu baru alinea kedua dan seterusnya. Mulailah dengan pembuka, isi dan penutup. Jika masih bingung mau menulis apa bisa dilihat di google.com dan menonton youtube.com. Kembangkan dengan 5W + H dan belajarlah secara mandiri. Cara mengembangkan H adalah dengan harus bisa melawan diri sendiri dan juga mentertawakan diri sendiri, rumusnya 2P yaitu Pendidikan dan Pengalaman, 256 yaitu relasi dan 5S Senyum, Salam, Sapa, Sopan dan Santun"kata OmJay

Dalam menulis mulailah dengan menerapkan 3 alinea, yaitu alinea pembuka, isi, dan penutup. Lalu kembangkan dengan rumus 5W plus 1H, yaitu What, Who, When, Why, Where dan How 

Dalam belajar menulis bersama Om Jay, kita diharapkan mencari tahu secara mandiri, karena sebagai guru kita harus aktif dalam pembelajaran, menulis saja dulu di alinea pertama, maka ide menulis selanjutnya akan muncul alinea kedua. Itulah yang saya lakukan dalam mengembangkan ide menulis bagi guru.

Terima kasih Om Jay atas motivasi dan materi yang disampaikan pada malam ini, sunggh materi yang sangat saya pribadi butuhkan sebagai seorang yang baru belajar menulis.  


Rabu, 01 Desember 2021

Komitmen Menulis di Blog

 

Judul : Pelatihan Belajar Menulis PGRI
Resume : 8
Gelombang : 21
Tanggal : 20 Oktober 2021
Tema : Komitmen Menulis Di Blog
Narasumber : Drs. Dedi Dwitagama, M.Si


           

        Malam ini sebagai narasumber adalah seorang guru hebat yang bertugas di Jakarta, karena kesuksesan dan kharisma yang ada dalam diri beliau sehingga dapat berkeliling Indonesia bahkan keliling dunia beliau adalah Bapak Drs. Dedi Dwitagama, M.Si yang merupakan seorang Learning, Training, Motivating, Inspiring, Empowering People dan  sebagai moderatornya Bu Aam Nurhasanah.

            Pembelajaran malam ini tidak seperti malam yang sebelumnya, mungkin peserta semua merasakan , hal sama denganku biasanya admin akan menutup komentar dari peserta, tetapi malam ini Pak Dedi memberikan kesempatan kepada peserta untuk bertanya dan berkomen secara langsung dalam chat WA.

            Selanjutnya dengan diawali oleh moderator Bu Aam, materi dilanjutkan oleh narasumber Pak Dedi. Kali ini narasumber menjawab pertanyaan dari Bu Maryani tentang apa itu Blog. Blog adalah website berupa media online yang berisi konten dalam bentuk artikel atau tulisan, video dan foto yang dikelola oleh seorang blogger atau penulis.Blog dikenal di As sudah ada sejak tahun 1994

             Masih menjawab pertanyaan dari peserta Pak Dedi menjawab, "Menulis bukan karena Dewi Fortuna, menulis adalah proses meninggalkan jejak dalam hidup, menulis itu tergantung niat, menulis cukup 1, 2, 3 alinea, itu terserah kita, lakukan sesuatu dengan serius kita akan menjadi apa-apa karena hidup hanya sekali".  Menjawab pertanyaan ibu Umi Agus, kalau melihat blog teman dengan membaca tulisan blog orang lain tidak apa apa, ini dapat menambah ide kita, kita tulis lagi dengan gaya kita itu jadi sesuatu yang beda, kita kembangkan sehingga mempunyai sesuatu yang berbeda tetapi jangan di copy paste.

             Semakin malam pertanyaan yang diajukan oleh peserta semakin banyak. pada  akhirnya kesimpulan yang bisa diambil dari narasumber adalah Menulis adalah proses meninggalkan jejak, menulislah setiap saat, ceritakan hal apapun yang ada dalam pikiran kita, karena dengan menulis di blog akan meninggalkan kesan kepada pembaca, sehingga suatu hari disaat  ketidakhadiran kita di dunia ini, dapat dikenang oleh semua orang, tentang keberadaan kita pada saat itu"


Mengatasi Writer's Block

 


Judul : Pelatihan Belajar Menulis PGRI
Resume : 7
Gelombang : 21
Tanggal : 18 Oktober 2021
Tema : Mengatasi Writter's Block
Narasumber : Ditta Widya Utami, S.Pd, Gr



        Assalamualaikum wr. WB
        Salam Literasi...
        Malam pertemuan ke-7 Pelatihan Belajar Menulis PGRI lanjut lagi pada materi malam ini disampaikan oleh Ibu Ditta Widya Utami, S.Pd, Gr, seorang Ibu guru muda yang memiliki banyak prestasi, dan moderator Bu Maesaroh yang sama- sama banyak prestasi nya. Materi malam ini adalah Writter's Block. 

        Apa itu Writer's Block ? Writer's Block adalah keadaan saat penulis kehilangan kemampuan menulis atau tidak menemukan gagasan baru untuk tulisannya (Wikipdia)



        Ada beberapa penyebab dari Writer's block, antara lain : 


  • Mencoba metode/topik baru dalam menulis, topik yang asing atau mencoba metode baru dalam menulis bisa membuat kita mengalami WB". Bagaimana solusinya?
    antara lain bisa dengan mempelajari lebih seksama terkait metode baru tersebut (misal terbiasa menulis cerpen kemudian harus menulis KTI), atau jika terkait tema, kita bisa jeda sedikit saat menulis lalu membaca referensi tambahan terkait tema untuk memperkaya wawasan dan kosa kata. 
  • Stress, keadaan stres sangat mempengaruhi pikiran seseorang yang bisa berakibat timbulnya malas bagi seseorang apalagi untuk penulis pemula. menurut saya cara mengatasinya adalah dengan membuat diri kita bahagia, misal dengan cara bernyanyi atau dengan membaca kitab suci.
  • Lelah fisik/mental, dalam keadaan seperti ini sangat berat untuk seseorang dalam melakukan aktivitas pribadi. Cara yang bisa dilakukan adalah dengan beristirahat yang cukup untuk memulihkan tenaga kita, makan yang bergizi. 
  • Terlalu perfeksionis, sikap ini sebenarnya bisa membuat kita bersemangat dalam melakukan aktivitas apapun akan tetapi bisa juga berakibat kita malas apabila tidak sesuai dengan yang kita harapkan. Apabila hal ini terjadi, jangan mengeluh tetap semangat, istirahat sejenak sembari memikirkan langkah selanjutnya. 
            Dengan melakukan kegiatan menulis bebas secara rutin, kita bahkan bisa menemukan ide-ide baru untuk menulis banyak hal lain. Ini tentu saja bermanfaat dalam menyembuhkan penyakit Writer's Block. Tetap semangat  dalam menulis meskipun ada orang yang tidak suka tulisan kita karena sebenarnya kita tidak tahu ada berapa banyak yang suka akan tulisan kita.
        
            Terimakasih ibu Ditta atas ilmu yang telah diberikan kepada semua peserta, semoga ilmu yang disampaikan akan menambah wawasan dan semangat dalam berkarya dan menulis. 

    " Menulislah dalam gelap karena didalam gelap terdapat cahaya yang akan menyinari "
        
      


Menulis Membuatku Naik Kelas Dan Berprestasi

 


Judul : Pelatihan Belajar Menulis PGRI
Resume ke : 6
Tanggal : 15 Oktober 2021
Tema : Menulis Membuatku Naik Kelas Dan Berprestasi
Narasumber : Aam Nurhasanah, S.Pd


        Pertemuan ke-6 malam ini dengan narasumber Bu Aam Nurhasanah, S.Pd, moderator, narasumber, kurator dan editor dari naskah peserta kelas belajar menulis Omjay dan naskah teman – teman guru lainnya.dan didampingi oleh moderator Ms Phia . Melihat materi yang disampaikan Bu Aam, bertambah kecil lah kemampuan diri ini, sungguh takjub dengan karya dan pembagian waktu beliau. Menurut Bu Aam bahwa :

        Pada materi kali ini bu Aam mengatakan ide menulis bagi seorang pemula bisa dengan 
  • mulai dari hal yang disukai, 
  • mulai dari album foto, 
  • mulai dari diri sendiri, 
  • mulai dari cerita teman atau sosial media dan
  • mulai menulis dari sekarang
karena setiap orang bisa menjadi penulis dan membuat tulisan jika ada kemauan, tekad, tidak ragu dan tidak malu.
           
          Ide menulis itu, dapat dimulai dari hal yang kita sukai misalnya kita dapat menceritakan hal-hal yang pernah kita alami, kita rasakan yang berkesan bagi kita, sehingga dapat dibuat menjadi sebuah tulisan. Dari melihat sebuah foto juga kita dapat membuat sebuah tulisan yang memiliki makna. Bisa juga dari media sosial atau mendengar cerita teman, pada intinya disaat kita memiliki ide segera kita tuangkan aksara kita sehingga menghasilkan sebuah tulisan.

      Berusaha menulis dari hati sehingga apa yang kita tulis juga akan sampai ke hati pembacanya. Dalam menulis hendaklah kita melawan rasa malas pada saat kita ingin menuangkan ide-ide menjadi sebuah karya. Kita juga harus mengecek kembali apa yang sudah kita tuliskan untuk menghindari adanya kesalahan dalam penulisan kata. Kemudian kita juga harus melakukan blog walking atau membaca blog kawan-kawan kemudian memberi komentar pada tulisan-tulisan kawan yang sudah kita kunjungi. Latihlah kemampuan menulis setiap hari jangan pernah menyerah dan apabila kita tidak mendapatkan hal yang sesuai dengan harapan, kita jangan pernah ada rasa kecewa. Tetap lah menulis karena dengan menulis dapat naik kelas.


    Didalam menulis ada beberapa tips yang harus diperhatikan antara lain :
    •       Berusaha menulis dari hati dengan mengekspresikan ide – ide yang berserak
    •      Taklukkan rasa malas ketika hendak menulis, percaya diri saja ketika menulis
    •     Sebelum tulisan di Publish, cek lagi tulisan anda untuk menghindari typo (salah ketik)
    •         Sering Blog Walking (BW) dan memberikan komentar pada blog teman
    •       Latihlah kemampuan menulis kita dengan menulis setiap hari
    •        Ikutlah challenge menulis di setiap kesempatan
    •         Jangan kecewa ketika belum menang atau gagal, tetap semangat menulis untuk berprestasi
    •          Menulislah untuk berbagi dan menginspirasi negeri
    Bu Aam juga membagikan tips menjadi juara blog, karena beliau pernah menjadi juara 1 lomba Blog yang diadakan PGRI.
    •       Banyak membaca , dengan banyak membaca kita seakan dapat mengarungi dunia.
    •       Sering Blog Walking, kita dapat mengunjungi banyak blog orang lain untuk menambah perbendaharaan kata serta menambah pengetahuan kita dalam menulis dan kita juga dapat memberikan komentar pada blog tersebut
    •       Aktif dikomunitas menulis, hal ini juga dapat membantu pengetahuan kita dalam hal menulis dan dengan bergabung pada komunitas kita memiliki wadah yang tepat dalam menulis
    •      Belajar mengedit sebelum memposting untuk menghindari typo (salah ketik), dengan begitu kita dapat mengetahui dimana kekurangan dan kesalahan dalam penulisan kita.
    •      Ikut lomba blog, 
    •       Terus mengasah diri dengan belajar sepanjang hayat

        Diakhir penyampaian materi Bu Aam mengatakan "Selalu semangat untuk menulis, belajar tanpa henti, dan jika bertemu hambatan, santai dulu lakukan hobi yang lain, lalu kembali menulis.."

        Kalimat motivasi nya mengatakan "Ayo kita naik kelas sama sama, terbitkan buku sebanyak banyaknya, dan tujuan menulis diwujudkan"

         Ayo kumpulkan keberanian, luruskan niat, fokus, cari inspirator dan motivator, atur skala prioritas, jangan jadikan menulis sebagai beban tapi buatlah sebagai kebutuhan. Karena kalau menulis sudah menjadi kebutuhan maka gairah *passion* akan tetap terjaga. Menulis adalah sebuah keterampilan yang harus diasah. Tiap orang punya potensi yang sama tinggal diasah dengan menulis setiap hari. Tetap berproses, percaya diri sendiri, dan niat berbagi menginspirasi negeri. Rajinlah menulis hingga karyamu berbuah manis.

            Terimakasih kepada bu Aam untuk materi yang disampaikan semoga ilmu, informasi yang diberikan dapat bermafaat bagi saya pribadi dan kepada semua peserta dan semoga semua peserta dapat menghasilkan tulisan dan karya. 
















Motivasi Menulis

 

Judul : Pelatihan Belajar Menulis PGRI
Tanggal : 1 Desember 2021
Resume : 26
Gelombang : 21
Tema : Motivasi Menulis
Narasumber : Dail Maa'ruf, M.Pd


        Malam ke-26 pada tanggal 1 Desember 2021 sungguh malam yang mungkin bagi semua orang sangat membahagiakan, tentunya dengan pikiran dan perasaan dari masing-masing orang. Malam ini tema kita adalah Motivasi Menulis dengan narasumber Bapak Dail Ma'ruf dan moderator Ibu Raliyanti. 


      Pertemuan kali ini dibuka moderator dengan ucapan Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu'alaikum wr wb.
Apa kabar bapak ibu hebat di seluruh nusantara? Semoga selalu dalam keadaan sehat wal'afiat dan tetap semangat untuk belajar. Jumpa lagi dengan saya Raliyanti, yang insyaallah pada kesempatan malam ini  Rabu, 1 Desember 2021 akan menemani bapak ibu semua di kelas belajar menulis PGRI.
Malam ini memasuki pertemuan ke-26. Luar biasa. Tinggal 4 kali pertemuan lagi. Tetap semangat ya bapak ibu... Jangan kasih kendor!!!
       Selanjutnya materi dilanjutkan oleh Bapak Dail, beliau alumni BM 19 dan 20 pada bulan September 2021 
        Menurut beliau, menulis tidak boleh iseng-iseng, harus punya niat yang bagus misalnya ingin belajar jadi penulis dan menghasilkan banyak buku yang bermanfaat bagi murid dan orang lain. Kl tidak ada tujuan maka galau.... kaya ABG yang nongkrong di cafe seharian. Gak hasilkan apa apa hanya ngobrol dan katawa ketiwi. Maka mumpung masih ada 4 materi , kita mulai berbenah ujar pak Dail. 
        
Ada 3 elemen dalam motivasi :
    1. intensitas, 
intenlah dalam menulis... luangkan waktu. BUKAN nunggu waktu luang.
    2. arah 
Arah atau tujuan jelas__ Ingin mahir nulis, maka ikuti Fatwa Guru besar BLOGER Indonesia Om Jay _ MENULISLAH SETIAP HARI, LALU LIHAT APA YANG TERJADI
    3. ketekunan
harus tekun, kudu allahumma paksakeu, jangan turuti males, capek dan sibuk, luangkan meski hanya 15 atau 30 menit untuk nulis setiap hari di Blog lau posting

kemudian apa yang harus dilakukan, memurut beliau langkah yang harus dilakukan adalah 
        Langkah 1 Mulai saja. Mulai saat ini, bukan nanti. Buat Dead line. Jika ada 5 bab isi buku Bapak Ibu maka luangkan waktu 1 bab 2 hari, jadi 1 buku 10 hari.  Buat saja naskahnya.Jangan jadi editor bagi tulisan sendiri, Kacau nanti. Maka fokus tuntaskan naskah, jika berews serahkan ke editor. nanti juga rapih dan enak dibaca. itu pengalaman saya

        Langkah kedua Fokus ketujuan Terbitkan Buku Solo : maka sesibuk apapun, secapek apapun, tetap kudu luangkan waktu untuk lanjutkan kerjaan/ PROYEK BESAR BUKU SOLO.jika kita fokus ke garis finish maka halangan dan rintangan tak ada dipedulikan. Takbiiir ...

        Adapun tujuan menulis yaitu menginformasikan segala sesuatu, membujuk, mendidik dan menghibur. sedangkan menurut syafie'ie ( 1988:51-52) tujuan menulis adalah 
1. Mengubah keyakinan pembaca
2. menanamkan pemahaman sesuatu terhadap pembaca
3. Merangsang proses berpikir pembaca
4. Menyenangkan atau menghibur pembaca
5. Memberitahu pembaca
6. Memotivasi pembaca

        Sedangkan menurut Hugo Harting ( dalam Tarigan, 1992 : 24-25) tujuan penulisana adalah 
1. Tujuan penugasan ( assesment purpose )
2. Tujuan altruistik ( Altruistic purpose )
3. Tujuan persuasi (persuasive purpose )
4. Tujuan Penerangan ( Informational purpose )
5. Tujuan Pernyataaan Diri( Self Expressive purpose )
6. Tujuan Kreatif ( Creative purpose )
7. Tujuan pemecahan masalah ( Problem solving purpose )
        

        Menurut narasumber kita malam ini, manfaat atas apa yang ditulis dapat tercermin sesuai slide berikut :

        Akhirnya materi yang disampaikan oleh narasumber kita malam ini selesai dan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Pada sesi tanya jawab malam ini ada pertanyaan yang berasal dari salah satu peserta yang berasal dari KUkar dan jawaban dari narasumber sangat memotivasi bagi saya, 
Bismillah
nama:  Istianah
asal: Kutai Kartanegara
gelombang: 22

Apa motivasi terbesar dan terkuat yang membuat Pak Dail cinta dunia literasi?

kemudian dijawab oleh narasumber , Motivasi saya cinta dunia literasi lebih didorong faktor kesadaran akan perintah Allah untuk kita membaca .IQRO. dan bukti sejarah mencatat bahwa peradaban akan maju jika literasi bangsa tsb bagus. Indonesia  masih di bawah budaya literasinya.  Kuatnya verbal. lihat saja di tempat kita kerja

        Sekali lagi saya sampaikan terima kasih kepada para peserta, pada bu Rali, dan semua penanya. Moga kita semua selalu sehat dan bisa berkarya. Kembangkan literasi di tempat kita kerja dan di lingkungan

Satu Motivasi terbesar menurut Bapak Dail Ma'ruf malam ini : SAYA INGIN NAMA SAYA LEBIH PANJANG USIANYA DARI UMUR SAYA

        Terimakasih untuk narasumber, semoga materi malam ini dapat dipraktikkan sehingga saya dapat termotivasi untuk menjadi penulis hebat.