Kamis, 14 Oktober 2021

Menulis Buku dari Karya Ilmiah

Judul : Pelatihan Belajar Menulis PGRI
Resume ke : 4
Gelombang : 21
Tanggal : 11 Oktober 2021
Tema : Menulis Buku dari Karya Ilmiah
Nara sumber : Noralia Purwa Yunita, M.Pd

Suara komentator sepakbola saling bersahutan seiring dengan keinginanku untuk menambah ilmu pengetahuan mengenai literasi yang tanpa aku ketahui sebelumnya bahwa moderator malam ini adalah seorang teman yang berasal dari tanah yang sama, Bangka Belitung yang bertugas di SMKN 2 Pangkalpinang untuk mengikuti kegiatan belajar menulis di bawah asuhan OmJay yaitu ibu Rosminiyati, S.Pd. Di awal pembelajaran malam ini beliau memberikan semangat mengenai pengalamannya untuk dapat menulis sehingga dapat menghasilkan beberapa buku antalogi dan beberapa karya yang dapat bermanfaat bagi orang lain.

Tak berselang lama kemudian Bu Ros memperkenalkan pemateri malam ini adalah Ibu Noralia, seorang ibu muda yang memiliki banyak pengalaman dan kemampuan menghasilkan karya-karyanya. Adapun karya yang beliau hasil kan adalah mengubah tesis dan best practice menjadi buku yang menurut saya ini karya yang luar biasa.

Semangat saya bertambah besar untuk mengikuti materi malam seiring dengan gol-gol yang dicetak oleh pemain Timnas Indonesia melawan China Taipeh dengan harapan tersimpan PTK dan best practice yang pernah saya buat untuk saya buat menjadi buku atau jurnal seperti beliau. 
Terselip pertanyaan dalam benak ini yang diwakili oleh moderator, "Lalu bagaimana proses menulis buku dari karya ilmiah ini?"
Menurut ibu Noralia tahap-tahap nya adalah  
1. "UBAH JUDUL"
*Judul karya ilmiah versi buku hanya berfokus pada objek penelitian saja. Hilangkan materi, subjek, tempat penelitian. Sebagai contoh 
Judul Tesis, "Pengembangan Modul Berbasis Riset pada Materi Reaksi Redoks untuk Meningkatkan Keterampilan Generik Sains Siswa Kelas X SMA"
Ketika diubah menjadi judul buku menjadi "Kiat Menulis Modul Berbasis Riset" 
Contoh berikutnya judul best practice  "Efektivitas Pembelajaran Berbasis Gamifikasi Pada Peningkatan Aktivitas dan Minat Belajar Siswa" Ketika dikonversi menjadi judul buku menjadi:
"Gamifikasi, Membuat Belajar Seasyik Bermain Games".

Dapat dilihat dari contoh judul di atas, objek/fokus penelitian Tesis terletak pada *pengembangan / pembuatan modul*. Jadi ketika diubah menjadi judul buku, sesuaikan dengan fokus penelitian itu.Tinggal menambah kata seperti KIAT, JURUS, STRATEGI, CARA SUKSES atau yang lainnya agar menjadi judul popular.

Langkah selanjutnya menurut Bu Noralia 
2. "UBAH DAFTAR ISI"
*Biasanya untuk beberapa karya ilmiah, daftar isi berupa 
BAB 1 Pendahuluan berisi latar belakang masalah, tujuan, manfaat, batasan masalah
BAB 2 Landasan teori
Bab 3 Metode penelitian yang berisi rumus2 statistika
Bab 4 Hasil dan pembahasan
Bab 5 Penutup yang berisi kesimpulan dan saran.

Menurut Bu Noralia Boleh juga mengembangkan materi dari bab 2 di KTI.
Sebagai contoh bab 2 KTI yang merupakan landasan teori berisi
2.1. Hasil belajar
2.2. Media pembelajaran
2.3. Modul
2.4. Metode pembelajaran
2.5 Pembelajaran berbasis riset
ketika menjadi buku dapat dibuat menjadi beberapa bab yaitu
*Sub bab 2.1. hasil belajar menjadi bab 2 buku*
Bab 2 TEORI BELAJAR
2.1. Belajar
2.2. Permasalahan dalam pembelajaran
2.3. Hasil belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya
*Sub bab 2.2. media pembelajaran menjadi bab 3 buku*
Bab 3 MEDIA PEMBELAJARAN
3.1. Pengertian media
3.2. Jenis media
3.3. Manfaat media
*Sub bab 2.3. modul menjadi bab 4 buku*
Bab 4 mengenal modul 
4.1.Pengertian modul
4.2. Karakteristik modul
4.3.Sistematika modul
4.4. Kelebihan modul
Lakukan hal tersebut hingga sub bab pada karya ilmiah selesai dibahas menjadi bab baru pada buku

Babak pertama sudah usai, semakin penasaran bagaimana kelanjutan Timnas Indonesia vs China Taipeh sepenasaran ku terhadap materi malam ini yang semakin menarik untuk diriku yang seorang pemula

Bu Noralia menyampaikan dengan demikian hanya dari bab 2 KTI saja, kita sudah dapat menuliskan/ mengubahnya menjadi *beberapa bab* dalam buku. Jadi, perbanyak penjelasan teori dari bab 2 karya ilmiah dan juga hilangkan rumus statistika yang biasanya ada di bab 3 karya ilmiah.

3. "UBAH SEDIKIT ISI KARYA ILMIAH"
*Hilangkan semua kata "penelitian, laporan PTK, laporan skripsi" dahn lainnya yang biasanya ada di karya ilmiah
Boleh menampilkan grafik tetapi jangan terlalu banyak. Cukup grafik yang penting saja. Grafik lain yang tidak ditampilkan, ubah dalam bentuk kalimat
Secara kebahasaan dan penyajian, karya ilmiah versi buku haruslah berbeda dengan versi laporan. Susunan dan gaya tulisan bebas terserah penulis, karena setiap penulis memiliki ide dan kreativitas masing-masing sesuai dengan pengalaman dan bahan bacaannya. Semakin literatnya penulis maka akan semakin oke buku yang dia tulis. Hal ini karena membaca, berpikir dan menulis adalah satu rangkaian literasi yang tidak dapat dipisahkan. Selain itu, kita harus mengupayakan agar pembaca memahami isi buku kita secara lengkap, dan mengena apabila menjadi karya ilmiah kita diubah menjadi buku.

Materi semakin menarik buatku sepanjang malam yang semakin larut, kantuk mulai terasa. Skor sudah menunjukkan tanda-tanda kemenangan untuk Indonesia, materi terus berlanjut akan tetapi rasa penasaran dengan materi yang disampaikan pemateri. Materi dilanjutkan oleh Bu Noralia bahwa Daftar pustaka boleh menggunakan blog namun situs blog resmi seperti Kemendikbud.go.id, Jurnal ilmiah, e book, atau karya ilmiah lainnya. Namun, hindari menggunakan daftar pustaka berupa blog pribadi dengan domain blogspot, wordpress, dan lain sebagainya. Berikanlah ulasan mengenai kelebihan dan kelemahan penelitian yang anda lakukan agar pembaca yakin bahwa anda benar-benar telah melakukan penelitian tersebut

4. Karya ilmiah versi buku minimal 70 halaman format A5 dengan ukuran huruf, jenis huruf, dan margin disesuaikan Dengan aturan Penerbit. Untuk isi dari karya ilmiah versi buku tidak melulu dan harus menampilkan data hasil penelitian.
Sebagai contoh buku daftar isi buku gamifikasi tidak saya sertakan hasil penelitian nya karena fokus saya dalam buku tersebut adalah membahas tentang bagaimana membuat aplikasi gamifikasi dan bagaimana penerapannya dalam pembelajaran. 
 
Jadi pada intinya, sebelum mengkonversi karya Ilmiah yang bapak ibu miliki, tentukan *FOKUS/TOPIK* yang akan dibahas secara detail dalam buku itu. Apakah pada perancangannya, penerapannya, aplikasinya atau yang lainnya. Jika sudah maka akan lebih mudah mengubah karya ilmiah itu. Dan satu lagi yang terpenting, isi buku jangan sampai sama persis dengan isi dari karya ilmiah. Kita bisa menggunakan teknik parafrase atau teknik lainnya agar tidak ada kesamaan kalimat pada buku ini. Karena jika ada kesamaan, maka akan terjadi yang namanya self plagiarisme
Agar karya ilmiah kita memiliki manfaat yang lebih, maka dapat diubah ke dalam bentuk buku. Fungsinya agar dapat dibaca oleh para pengajar lainnya. Ini lebih baik daripada berbagi file laporan karya ilmiah kita. Jika karya ilmiah kita dibukukan, selain memberikan manfaat dalam berbagi ilmu, buku karya ilmiah karya kita juga akan memiliki ISBN. Ini sangat penting dan mungkin dibutuhkan bagi pengajar untuk menambah nilai angka kredit. Selian itu, karya kita juga tidak akan lekang oleh waktu tentang kebermanfaatannya. Inilah materi yang disampaikan Bu Noralia, sangatlah padat dan penuh banyak hal yang harus kita pahami dan kita mengerti supaya dapat menulis seperti beliau.

Pluit panjang telah ditiup oleh wasit pertanda pertandingan telah usai dengan skor 3-0 untuk kemenangan Timnas Indonesia. Kemenangan kedua timnas Senior Indonesia dibawah asuhan Shin Tae Yong (STY) atas China Taipeh beriringan dengan berakhirnya materi yang disampaikan oleh Ibu Noralia. 
Semoga malam ini merupakan malam pembangkit semangat untuk berkarya dalam menulis sesuai dengan tujuan Bu Noralia, supaya PTK yang kita buat dapat dibaca oleh semua orang dan memberikan manfaat bagi orang banyak khususnya dalam dunia pendidikan.

Menulis Semudah Ceplok Telor

Judul : Pelatihan Belajar Menulis PGRI
Resume ke : 5
Tanggal : 13 Oktober 2021
Gelombang : 21
Tema : Menulis Semudah Ceplok Telur
Narasumber : Dra. Lilis Ika Herpianti Sutikno, S.H.


Alhamdulillah semoga puji bagi Allah SWT atas rahmat dan karunia-Nya saya masih bisa mengikuti kegiatan pelatihan belajar menulis hari kelima ini dengan diawali sapaan Bapak Dail sebagai moderator dan dilanjutkan dengan salam hangat dari narasumber Ibu Dra. Lilis Ika Herpianti Sutikno, S.H dengan materi "Menulis Semudah Ceplok Telur".

Tema materi malam ini, Menulis Semudah Ceplok Telur, apakah memang benar menulis itu sangat mudah? Pertanyaan lugas ini berkali kali tergiang di dalam pikiran. Karena anggapan ini masih jauh dari bayangan saya. Selama ini saya beranggapan menulis adalah kegiatan yang memerlukan waktu khusus yang harus dipersiapkan dan dengan materi yang lengkap barulah saya dapat menulis. Tapi anggapan saya benar-benar dimentahkan oleh Ibu Lilis.
"Tuk byar... Telur di ketuk, langsung masuk penggorengan siap disajikan", ini perkataan Bu Lilis  *Beberapa buku yang ditulis sahabat literasi se-Indonesia, dan semudah ceplok telur*. Setiap penulis harus memiliki keunikan masing-masing hal ini juga disampaikan Bu Lilis dalam menjawab pertanyaan dari peserta.


Menurut Bu Lilis tema malam ini adalah motivasi menulis yang diberikan kepada siapa saja yang ingin menjadi penulis hebat dunia. Semoga saya juga dapat beranggapan menulis tidak sulit, menulis sangat mudah, semudah ceplok telur. Makanan yang sangat diminati dari mulai anak-anak hingga orang tua bahkan nenek dan kakek-kakek.


Saya pahami materi berikut nya.. ternyata benar agar kita dapat dikenang orang sepanjang hayat kita harus menghasilkan karya-karya yang dapat dinikmati dan memberikan manfaat bagi orang lain. Dengan menulis tentunya akan terukir nama kita pada karya tersebut semoga menjadi amal ibadah serta akan dikenang walaupun kita telah tiada.


Memang benar hadist ini dapat dijadikan alasan tepat untuk kita menulis, sebagai bukti nyata Al Qur'an masih dapat kita baca, pahami, bahkan kita amalkan karena pada zaman dahulu Wahyu yang berupa ayat-ayat yang disampaikan malaikat Jibril kepada nabi Muhammad, dicatat oleh para sahabat, kemudian lembaran-lembaran itu dikumpulkan dengan izin Allah menjadi kitab suci Al-Qur'an.




Bu Lilis mengatakan menulis pakai hati sehingga sampai kepada pembaca ungkapan hati kita, karena dengan hati yang bersih pikiran kita juga akan bersih dan menghasilkan karya-karya indah yang bisa dinikmati pembaca.

Ungkapan Bu Lilis " Menulis adalah berteriak pada dunia tanpa suara". Sungguh benar apa yang dikatakan Bu Lilis dengan menulis kita dapat menyampaikan ungkapan rasa, isi hati, perasaan yang tak dapat kita ungkapkan dengan kata-kata. Dapat berupa cerpen, pantun, puisi bahkan artikel yang memberikan informasi kepada pembacanya.

Pembelajaran malam ini menurut saya sangat bermakna penuh dengan motivasi untuk selalu menulis hingga terbiasa dengan  tulisan dan pada akhirnya menjadi seorang penulis yang handal.

Terima kasih kepada Bu Lilis atas motivasi berharga ini dan telah berkenan menjadi narasumber semoga kedepannya saya dapat menghasilkan karya-karya yang dapat memberikan manfaat bagi orang banyak...

Rabu, 13 Oktober 2021

Membongkar Rahasia Menulis Hingga Menerbitkan Buku

Judul : Pelatihan Belajar Menulis PGRI
Resume ke : 3
Gelombang : 21
Tanggal : 8 Oktober 2021
Tema : Membongkar Rahasia Menulis Hingga Menerbitkan Buku
Nara Sumber : Rita Wati, S.Kom

Sayur ditumis pake mentega,
Banyak anak ada rezekinya,
Belajar menulis hari ketiga,
Semoga banyak manfaatnya.

Pembelajaran malam ini adalah pertemuan ketiga dari belajar menulis yang diprakarsai Om Jay, seperti malam-malam sebelumnya kegiatan ini dimulai pada pukul 19. 00 dan berakhir pada pukul 21 30 WIB, materi yang disampaikan malam ini mengenai "Membongkar Rahasia Menulis Hingga Menerbitkan Buku". Moderator malam ini adalah Pak Dail Ma'aruf dan Nara Sumber adalah Ibu Rita Wati, S.Kom. Mengawali pembelajaran malam ini Pak Dail dengan suara bersahabat memperkenalkan narasumber yang memiliki banyak prestasi. Besar harapan keinginan dari hati untuk membuat buku solo yang dapat memberikan manfaat bagi orang banyak.

Dalam materinya Bu Rita menyampaikan bahwa " Bapak/ibu tentukan dulu apa *tujuan/ motivasi bapak/ibu menulis*, apa hanya sekadar mau belajar, hobi,  atau karena keterpaksaan salah satu persyaratan naik pangkat,  bisa jadi karena ingin mendapatkan uang". Terketuk hati saya, apa sebenarnya tujuan saya belajar menulis, dalam benak saya berpikir, untuk mendapatkan uang rasanya jauh sekali karena saya merasa tulisan saya biasa-biasa saja. Berdasarkan pengalaman teman saya, Saya mengambil kesimpulan tujuan saya menulis adalah untuk membuat sebuah buku solo yang di sampul depannya akan tertera nama saya.

Menurut Bu Rita, " Menulis saja apa yang ada dalam pikiran". Langkah-langkahnya adalah :
1. Tuangkan saja apa yang ada dalam pikiran kita, jangan ditunda-tunda
2. Latih menulis setiap hari dimulai dari 100 kata kemudian meningkat 150 kata naik lagi menulis *pentigraf* (menulis tiga paragraf) hingga pada akhirnya bisa menulis 1000 kata perhari.
3. Lakukan setiap hari
4. Setelah semua terbiasa mulai tingkatkan dengan membuat *peta konsep* atau *TOC* jika tulisan yang kita buat ingin dijadikan sebuah buku.
5. Mulailah join menulis *Buku Antologi* (Hal ini bertujuan untuk menumbuhkan kepercayaan diri menjadi seorang penulis).
Menurut Bu Rita ada enam rahasia dalam menulis, semua sudah dijelaskan secara terinci oleh beliau. 
Bu Rita membagikan Link ini supaya peserta dapat mengetahui bagaimana tulisan yang baik sehingga dapat dilirik oleh penerbit.  
Linknya adalah  https://www.kompasiana.com/ritapinang/5f4b29f3d541df030a41e7d4/cara-memilih-judul-dan-tema-agar-tulisan-kita-layak-terbit 
Dalam Link ini Bu Rita mengatakan bahwa ada empat motivasi dalam menulis :
1. Profit yaitu keuntungan yang sebesar-besarnya
2. Nirlaba yaitu tidak untuk mengambil keuntungan
3. Branding/promosi
4. Memenuhi Regulasi
Begitu lengkap motivasi seseorang dalam menulis.

Materi malam ini sungguh dapat membangkitkan Semangat menulis para peserta, begitu banyak pertanyaan yang diajukan peserta, dan dengan mantap dan lugas dijawab oleh Bu Rita sebagi pemateri. 
Semoga materi yang disampaikan Bu Rita dapat terwujud menjadi karangan karya indah bagi semua peserta, yaitu Menulis Hingga Menerbitkan Buku. 

Selasa, 12 Oktober 2021

Trik Cepat Menulis Resume Di Blog

Judul : Pelatihan Belajar Menulis PGRI
Resume : 2
Gelombang : 21
Tanggal : 6 Oktober 2021
Tema : Trik Cepat Menulis Resume Di Blog
Nara sumber : Maesaroh, M.Pd

Saat malam gelap lenyapkan asa
Sendiri meratap tangan tengadah
Bersujud dalam hening sunyi malam
Raih harap sampaikan dalam doa


Malam ini memasuki pertemuan kedua dari pembelajaran menulis yang dijadwalkan tiga puluh kali pertemuan. Mulai ku hitung hari rasanya akan lama berjibaku dalam rutinitas bru menjadi seorang penulis yang keluar dari jalur aman. Ku coba lanjutkan ikuti pelatihan ini, dengan kesamping kan alasan serta kemalasanku. 

Materi malam ini disampaikan Ibu Maesaroh, M.pd yang pada pertemuan pertama sebagai moderator. Pada materi malam moderator adalah Bu Aam Nurhasanah. Narasumber menyampaikan materi Trik Cepat Menulis Resume Di Blog.
Sebagai penulis pemula materi ini sangatlah menarik bagi saya karena setiap orang yang ingin membuat resume cepat setelah pemateri menyampaikan materinya.

Bu Mae berkata "Menulislah dengan gaya sendiri, jika terasa sulit kuncinya hanya *menulis dan teruslah menulis* semakin sering semakin terampil, menulislah dengan kekhasan, sampai orang mencari tulisanmu". Berdasarkan pengalaman saya pendapat Bu Mae sangat tepat, karena masing-masing orang harus memiliki ciri khas tersendiri. Dalam menulis jangan pernah kita berpikiran bahwa kita tidak percaya diri pada hasil tulisan kita justru semakin banyak kita menulis semakin banyak kita membaca hasil tulisan dari orang lain maka ini menambah pengetahuan kita dalam berkreasi untuk menghasilkan karya tulisan yang lebih baik.

Bu Mae juga mengatakan "Sebagai penulis pemula, memang bukan hal yang mudah untuk menumbuhkan sikap percaya diri.
Untuk menjadi penulis handal, kita harus memupuk mental baja dalam menulis dengan cara:
1. Tanamkan sikap percaya diri. Jangan merasa malu, karena tulisan yang kita anggap jelek akan menjadi luarbiasa bagi mereka yang tidak pernah belajar menulis.
2. Siap dengan segala kritikan. Meskipun terkadang budaya memuji lebih banyak dari budaya mengkritik, namun pujian itu harus membuat kita semakin memperbaiki tulisan. 
3. Bangunlah tulisan di berbagai Blog.
Hal ini amat perlu karena terkadang orang akan bosan melihat penampilan kita yang itu2 saja. Ibarat memakai baju, tentu orang akan bosan jika baju yang kita pakai hanya warna hijau saja. Itulah sebabnya tulisan harus memiliki warna lain, salah satunya  tulisan kita pada blog lainnya.
Menulis di berbagai blog juga menanamkan mental penulis yang mudah beradaptasi dan tak segan memberi perubahan. 
Dengan membaca materi dari Bu Mae tumbuh semangat dalam diri saya dan niat dalam hati bahwa saya akan terus menulis dan akan terus menulis. Untuk untuk dapat menjadi seorang penulis yang baik kita harus banyak membaca, dan untuk membuat resume tercepat dalam pembelajaran kita harus menggunakan dua alat gawai seperti HP dan laptop yang akan memudahkan kita dalam membuat resume. 

Menurut Bu Mae, pengalamannya apabila ingin resume kita dibaca oleh banyak orang kita harus menampilkan yang pertama sehingga follower kita bertambah banyak dan masukan serta kritikan yang membangun juga akan bertambah dalam blog kita. Dalam tulisan yang kita sampaikan kita harus memiliki ciri khas karakter kemudian kita harus menjadikan tulisan kita itu tidak monoton artinya harus ada variasi harus ada ada hal-hal baru yang ditampilkan sehingga pembaca tertarik dengan karya tulisan kita. Seperti dicontohkan Bu Mae "Tere Liye" tanpa dipaksakan orang akan mencari apa yang disampaikan dalam tulisan tersebut. Begitu juga dengan tulisan kita harus mempunyai ciri khas sehingga pembaca selalu menantikan karya tulisan kita.

Dalam pemaparan materi malam ini begitu banyak pertanyaan yang diajukan oleh peserta karena semua memiliki antusias ingin membuat resume tercepat dengan trik yang dibagikan oleh Bu Mae, dan tertarik dengan hadiah yang akan diberikan berupa buku dari pemateri langsung. Semua pertanyaan langsung dijawab dengan lugas dan jelas oleh Bu Mae.

Di akhir penjelasan materi Bu Mae memberikan suatu pemenggalan ayat motivasi yang berbunyi "Jadilah manusia cerdas yang siap menerima perubahan".
Sebagai pemula dalam menulis, ini akan saya jadikan motivasi sehingga di masa yang akan datang saya akan berusaha untuk mengadakan perubahan dan selalu mengikuti perkembangan zaman.

Menjadikan Menulis Sebagai Passion

Judul : Pelatihan Belajar Menulis PGRI
Resume : 1
Gelombang : 21
Tanggal : 4 Oktober 2021 
Tema : Menjadikan Menulis Sebagai Passion
Nara sumber : Dra. Sri Sugiastuti


Malam ini angin bertiup sepoi buat rasa kantuk dan mata rasanya berat untuk terbuka walau secangkir kopi buatan istriku mulai sampai di akhir batas gelasnya. Mendengar cerita istri bahwa akan mengikuti pembelajaran menulis dibawah asuhan Om Jay menurut ceritanya beliau penulis hebat, seorang blogger terkenal dan banyak karya-karya nya yang sudah berada di genggaman masyarakat di Indonesia.

Takjub mendengar cerita itu, ku coba ikuti grup yang di bagikan istri ke dalam chat wa yang biasa untuk kami berkomunikasi saat berjauhan. Mulai ku ikuti materi malam ini yang disampaikan Ibu Sri Sugiastuti yang dikenal dengan Bu Kanjeng. Dengan moderator Ibu Maesaroh yang baru saja aku mengenalnya. Bersamaan waktu belajar melalui WA, coba ku ikuti dan mendengarkan materi yang disampaikan  Bu Kanjeng.

Menurut Bu Kanjeng "Menulis itu menjadi passion yang menjanjikan supaya bapak ibu guru hebat dapat menjadi seorang penulis akan naik kelas dan mendapat penghargaan serta memiliki kemantangan akan dihormati dan dianggap memiliki intelektual yang lebih dari yang lain". Saya langsung berpikir, bagaimana bisa menjadi seorang yang memiliki passion menulis seperti beliau.

Bahasan materi yang ditampilkan oleh moderator yaitu Bu Mae adalah


Setelah membaca materi ini saya merasa alangkah hebat apabila saya bisa menulis, karena pengalaman saya menulis itu sangat lah sulit apalagi dalam merangkai kata. Ternyata menurut Bu Kanjeng dari segi sosial bahwa orang yang memiliki kemampuan menulis yang baik akan dipandang sebagai seseorang yang memiliki intelektual dan kematangan berpikir dan profesi penulis adalah salah satu pekerjaan yang mulia karena memberikan manfaat bagi orang banyak.

Memang benar menurut Bu Kanjeng bahwa keengganan saya untuk menulis karena beberapa kendala seperti yang beliau sampaikan. Merasa tidak berbakat, tidak ada waktu, susah menemukan ide, saya memang tipe orang yang agak sedikit sulit apabila ada yang mengkritik, selalu beranggapan tidak suka menulis. Materi yang disampaikan ini menjawab kegelisahan saya secara langsung, apabila semua dijadikan alasan mau sampai kapan saya akan memulai menulis. Saya berusaha menjawab sendiri pertanyaan yang ada di dalam pikiran ini. 

Mulai saya membaca lagi materi dari Bu Kanjeng bahwa langkah-langkah menjadi penulis yang baik adalah harus rajin membaca buku ataupun sumber informasi yang lain sebagai acuan untuk menambah wawasan dalam menulis. Sering berdiskusi dengan sesama teman atau  narasumber sehingga menambah pengetahuan mengenai kemampuan menulis. Kita juga harus sering mengunjungi blog kawan-kawan yang lain sehingga dapat menjadi masukan bagi kita dalam menulis. Dari segi sosial kita juga harus banyak berkomunikasi dengan lawan sehingga kita dapat berbagi mengenai materi yang akan kita jadikan topik dalam menulis.

Adapun yang menjadi Writing Preparation dalam menulis adalah :
1. Menggali dan menemukan gagasan / ide
2. Menentukan tujuan, genre, dan segmen pembaca
3. Menentukan topik
4. Membuat Outline
5. Mengumpulkan bahan materi/buku
Begitu lengkap materi yang disampaikan oleh Bu Kanjeng, sehingga dapat membangkitkan keinginan saya untuk menjadikan menulis sebagai passion. 

Berlanjut semakin malam semakin larut dalam materi yang disampaikan oleh Bu Kanjeng begitu banyak pertanyaan yang disampaikan oleh peserta dan semua pertanyaan dijawab dengan lugas dan jelas oleh beliau. Pada akhir materi yang disampaikan beliau bahwa dalam menulis kita harus sabar sehingga apa yang kita hasilkan dapat menjadi karya terbaik dan dapat dinikmati serta memberi manfaat bagi orang banyak.